Rapat Lintas Sektoral, Kapolda Banten Singgung Pentingnya Kordinasi Kadindik dan Rektor

0
IMG-20250901-WA0270
SERANG, GESSIT.CO.ID – Kapolda Banten Brigjen Polisi Hengki mengimbau Kepala Dinas Pendidikan serta Rektor Universitas agar meningkatkan koordinasi dengan kepolisian untuk deteksi dini keterlibatan pelajar dalam aksi anarkis.

 

Himbauan Jenderal Polisi bintang satu ini diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang dihadiri Forkopimda Banten di Aula Gawe Kuta Baluwarti Mapolda Banten, Senin (1/9/2025).

 

Acara yang mengangkat tema “Penguatan Sinergi Pendidikan Dalam Mewujudkan Banten Yang Aman”, dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Andrian Susanto, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Kepala BIN Daerah Banten Brigjen Polisi Amazona Palamonea.

 

Kemudian Wakajati Banten Yuliana Sagala, Wakapolda Banten Kombes Hendra Wirawan, Pejabat Utama Polda Banten, para rektor Universitas dan Kepala Dinas Pendidikan di wilayah Provinsi Banten.

 

“Saya mengimbau kepada Kepala Dinas Pendidikan serta Rektor Universitas negeri dan swasta agar meningkatkan koordinasi dengan kepolisian untuk deteksi dini keterlibatan pelajar dalam aksi anarkis,” kata Kapolda.

 

Kapolda juga meminta agar memperkuat pembinaan karakter, moral, dan literasi hukum di sekolah. Meningkatkan pengawasan internal dan program edukatif untuk cegah pelajar terprovokasi aksi kekerasan serta mengarahkan anak didik menyalurkan aspirasi secara intelektual, bukan destruktif.

 

“Perkuat koordinasi dengan orang tua untuk mengawasi aktivitas mahasiswa, termasuk di media sosial dan pendampingan bagi mahasiswa yang rentan,” tandasnya.

 

Kapolda mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas beberapa aksi unjuk rasa anarkis di Jakarta yang mengakibatkan korban jiwa serta kerugian materil yang tidak sedikit.

 

Dia mengatakan bahwa aksi unjuk rasa tidak hanya terjadi di Jakarta, namun di sejumlah kota lainnya, tidak terkecuali di Kota Serang. Pada Sabtu, 30 Agustus 2025 terjadi aksi unjuk rasa anarkis di Kota Serang yang melibatkan elemen mahasiswa dan pelajar SMK.

 

“Aksi tersebut berakhir dengan pembakaran pos polisi di perempatan Jalan Ciceri. Peristiwa ini bukan hanya merusak fasilitas negara, tetapi juga menimbulkan keresahan masyarakat, serta mencederai semangat demokrasi yang seharusnya dijalankan secara tertib dan damai,” kata Hengki.

 

Dalam menghadapi pengunjukrasa, lanjutnya, Polda Banten bersama Polresta Serang Kota telah melakukan langkah-langkah cepat dan terukur, antara lain melakukan pengamanan lokasi kejadian untuk mencegah meluasnya aksi anarkis.

 

“Melakukan penyelidikan dan penegakan hukum secara profesional, tegas, dan proporsional terhadap para pelaku aksi anarkis, perusakan, dan pembakaran pos polisi,” jelasnya.

 

Kapolda menjelaskan bahwa menyikapi perkembangan situasi tersebut, Polda Banten bersama jajaran Forkopimda telah mengambil berbagai langkah-langkah preventif, diantaranya patroli bersama berskala besar.

 

“Selain patroli berskala besar, juga telah dilaksanakan istighosah dan doa bersama, guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” kata Kapolda.

 

Kapolda berharap rapat koordinasi lintas sektoral ini dapat menjadi sarana untuk menyatukan seluruh stakeholder mengarahkan mahasiswa menyalurkan aspirasi secara intelektual, bukan destruktif.

 

“Dengan kebersamaan dan soliditas, saya yakin kita dapat menjaga Banten tetap aman dan kondusif,” tutupnya. (HRH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *