Kapolda Banten Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Lewat Penanaman Jagung

0
IMG-20260423-WA0042
CILEGON, GESSIT.CO.ID – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memimpin kegiatan penanaman jagung Kuartal II tahun 2026 di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Kamis, 23 April 2026. Program ketahanan pangan nasional ini diinisiasi oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Banten Hendra Wirawan beserta para Pejabat Utama Polda Banten, Direktur Polairud, Kapolres Cilegon serta unsur Forkopimda Kota Cilegon.

 

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan bahwa penanaman jagung yang diadakan Ditpolairud Polda Banten ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor ketahanan pangan.

 

“Melalui pemanfaatan lahan seluas kurang lebih satu hektare, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hengki.

 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Banten, kebutuhan jagung di wilayah tersebut dari 11 industri pakan ternak mencapai sekitar 4.000 ton per hari atau sekitar 1,5 juta ton per tahun.

 

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, untuk memanfaatkan lahan yang tersedia dengan menanam jagung, karena komoditas ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” jelasnya.

 

Di akhir sambutannya, Kapolda juga mengimbau para pelaku usaha, khususnya di sektor pertambangan, agar melaksanakan reboisasi setelah aktivitas penambangan guna mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

 

Ia menambahkan, sebelum tanaman keras seperti kelapa yang membutuhkan waktu 5 hingga 6 tahun untuk panen, lahan dapat dimanfaatkan dalam jangka pendek melalui sistem tumpang sari dengan menanam jagung yang masa panennya sekitar empat bulan.

 

Pada tahun 2025, capaian produksi jagung Polda Banten mencapai 2.800 ton atau 104 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, pada tahun 2026 ditargetkan produksi meningkat menjadi 3.000 ton.

 

“Namun, Polri tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak agar program ketahanan pangan ini dapat berjalan optimal,” tutupnya. (HRH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *