Tim SAR Temukan Sejumlah Barang di Perairan Pulau Rakata

0
IMG-20260911-WA0044
CILEGON, GESSIT.CO.ID – Tim pencarian dan pertolongan yang bertugas di atas kapal KN SAR Tetuka menemukan sejumlah barang di sekitar perairan Selat Sunda, sebelah timur Pulau Rakata, Sabtu 12 September 2026.

 

Barang yang ditemukan tersebut terdiri dari satu buah helm plastik berwarna merah, satu jeriken plastik berwarna biru dengan tutup hitam, serta dua buah life jacket berwarna oranye.

 

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, seluruh barang temuan telah diserahterimakan kepada petugas Ditpolairud Polda Banten untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi kepada pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal yang ditumpangi para jurnalis,” ujar Maruli dalam keterangannya, Minggu 13 September 2026.

 

Menurut Maruli, kesimpulan tersebut diperoleh setelah petugas mencocokkan life jacket yang ditemukan dengan perlengkapan keselamatan yang tersedia di KM Arupadhatu 1. “Life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” jelasnya.

 

Sementara itu, terhadap jeriken berwarna biru, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jeriken tersebut berisi cairan yang mengeluarkan aroma minyak sayur. Cairan tersebut dipastikan bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1.

 

Selain isi jeriken, petugas juga menemukan perbedaan secara fisik antara jeriken yang ditemukan dengan jeriken yang digunakan di KM Arupadhatu 1.

 

“Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda. Sedangkan jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken,” terang Maruli.

 

Adapun satu buah helm plastik berwarna merah yang ditemukan di lokasi juga dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1. Pasalnya, kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm jenis tersebut sebagai perlengkapan di atas kapal.

 

Maruli mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi terkait proses pencarian maupun barang-barang yang ditemukan. Dikatakannya, setiap perkembangan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi.

 

“Hingga saat ini proses pencarian terhadap para jurnalis dan kru KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan,” tandasnya. (HRH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *