Dari Teknik Sipil ke Kepolisian, Kisah Perjalanan AKP Muhammad Hafizh

0
Oplus_131072

Oplus_131072

SERANG, GESSIT.CO.ID – Sejak usia 10 tahun, ketika masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar, AKP Muhammad Hafizh, S.T, S.H, M.A, CPHR harus menerima kenyataan pahit kehilangan sang ayah. Berstatus sebagai anak yatim, pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, tahun 1990 itu kemudian tumbuh besar dalam asuhan ibunya.

 

Di tengah keterbatasan ekonomi, sang ibu menjadi sosok utama yang membentuk karakter dan semangat Hafizh hingga mampu menapaki perjalanan panjang kehidupannya.

 

Hafizh merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Sejak sekolah dasar hingga SMA, ia dikenal sebagai anak yang tekun belajar dan selalu masuk dalam jajaran 10 besar di sekolahnya. Namun, di masa SMA, tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk menjadi seorang anggota kepolisian. Saat itu, ia hanya berpikir bagaimana bisa melanjutkan pendidikan dan membantu meringankan beban sang ibu yang hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

 

Berbekal prestasi sebagai salah satu dari 10 lulusan terbaik, Hafizh kemudian diterima kuliah di Universitas Sumatera Utara (USU), Fakultas Teknik Sipil. Perjalanan di bangku kuliah pun tidak mudah. Sambil menempuh pendidikan, ia harus bekerja serabutan demi membantu kebutuhan keluarga. Kegigihan tersebut akhirnya membuahkan hasil meraih gelar sarjana Teknik Sipil pada 2015.

 

“Kalau mengingat perjalanan dari dulu, memang tidak mudah. Ibu yang paling banyak berjuang. Saya juga sangat terbantu oleh dua kakak saya yang selalu memberikan dukungan,” ujar Hafizh mengenang masa-masa sulit dalam kehidupannya.

 

Setelah menyandang gelar sarjana, Hafizh mencoba mencari pekerjaan sesuai bidang pendidikannya. Sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PLN dan Wijaya Karya (Wika) sempat menjadi tujuan lamarannya. Namun, keberuntungan belum berpihak. Berkali-kali mencari lowongan pekerjaan melalui internet, Hafizh justru menemukan sebuah peluang yang kemudian mengubah arah hidupnya.

 

Saat melihat informasi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), ketertarikannya tumbuh. Tanpa latar belakang keluarga polisi dan tanpa pernah bercita-cita menjadi anggota Polri sejak kecil, Hafizh akhirnya memberanikan diri mendaftar melalui Polda Sumatera Utara. Perjalanan seleksi pun dilalui hingga akhirnya ia dinyatakan lulus SIPSS pada 2015.

 

“Awalnya memang tidak pernah membayangkan akan menjadi polisi. Saya hanya mencoba ketika melihat ada penerimaan SIPSS. Saya pikir, ini kesempatan untuk mengabdi sekaligus mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan saya,” kata Hafizh.

 

Usai dilantik sebagai perwira Polri, Hafizh mendapat penempatan di Mabes Polri. Selama sekitar enam tahun, ia bertugas sebagai konsultan auditor. Pekerjaan tersebut membuatnya kerap turun langsung ke berbagai satuan kewilayahan, termasuk polres-polres.

 

Dari perjalanan tugas tersebut, Hafizh mengaku mendapatkan banyak pengalaman, terutama dalam memahami persoalan organisasi dan pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.

 

Pada 2021, perjalanan karier Hafizh berlanjut ke Polda Banten. Belum lama menjalankan tugas di wilayah hukum Banten, kesempatan besar kembali datang. Hafizh mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan magister di University of York, Inggris, mengambil program Global Crime and Justice. Hanya dalam waktu satu tahun, ia berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Master of Arts.

 

“Kesempatan sekolah ke luar negeri menjadi pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar bukan hanya soal akademik, tetapi juga bagaimana melihat persoalan kejahatan dan keadilan dari perspektif yang lebih luas,” tuturnya.

 

Sekembali dari Inggris, Hafizh dipercaya menjalankan tugas sebagai Sespri Kapolda Banten selama kurang lebih dua tahun. Pengalaman tersebut kembali memperkaya perjalanan kariernya sebelum kemudian dipercaya menduduki jabatan Kasatlantas Polres Lebak. Setelah itu, Hafizh mendapat penugasan di Ditlantas Polda Banten pada Subdit Regident.

 

Kini, pria yang telah dikaruniai dua anak itu dipercaya mengemban amanah sebagai Kasatlantas Polres Serang. Bagi Hafizh, jabatan bukan sekadar sebuah pencapaian, melainkan tanggung jawab untuk terus belajar dan memberikan pengabdian terbaik di mana pun ditempatkan.

 

“Jangan pernah merasa lelah untuk belajar dan mengabdi. Di mana pun kita ditugaskan, selalu ada ilmu, pengalaman dan kesempatan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” pesan Hafizh. (HRH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *