Usai Pos Lantas Dibakar, Gubernur dan Kapolda Banten Temui Pendemo

0
IMG_20250831_090751
SERANG, GESSIT.CO.ID – Aksi demonstrasi yang berujung pada perusakan yang diketahui dilatarbelakangi peristiwa yang terjadi di Jakarta merembet ke Kota Serang hingga Sabtu malam, 30 Agustus 2025.

 

Ratusan massa mahasiswa yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Simpul Sipil Banten menggelar aksi demonstrasi terjadi di persimpangan Ciceri Kota Serang Banten, Sabtu (30/8/2025).

 

Koordinator Aliansi Simpul Sipil Banten, Nurul Fikri mengatakan tuntutan massa aksi salah satunya menghentikan langkah represifitas kepolisian yang terjadi selama aksi demonstrasi.

 

“Tentu hentikan representatifitas terhadap gerakan masyarakat dan terhadap rakyat. Kemudian, kita juga menuntut bagaimana hak asasi manusia ditegakkan,” katanya.

 

Ia mengatakan aksi tersebut merupakan perlawanan masyarakat atas peristiwa yang terjadi serta menjadi kritik masyarakat terhadap pemerintah atas kondisi yang terjadi saat ini.

 

“Merupakan bentuk perlawanan kita. kita menunjukkan gerakan rakyat di Banten hari ini masih ada dan akan terus ada dan akan terus melawan,” katanya.

 

Massa mulai melakukan sejak sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka melakukan orasi dan juga melakukan aksi pembakaran ban. Lalu, sekitar pukul 17.00 WIB massa aksi mulai melakukan vandalisme dan membakar terhadap pos lalu lintas.

 

Kemudian, sekitar pukul 20.40 WIB, massa aksi bergerak menuju Mapolresta Serang Kota yang berjarak sekitar 500 meter. Namun pergerakan massa terhalang barikade aparat kepolisian yang menghadang di simpang Sumur Pecung.

 

Di lokasi tersebut, terlihat massa menembakkan petasan ke arah aparat kepolisian. Kemudian polisi mulai menembakan gas air mata untuk menghalau massa.

 

Sekitar pukul 21.10 WIB, massa aksi mulai membubarkan diri usai dipaksa mundur dengan gas air mata serta aparat yang menghadang mereka menuju Mapolresta Serang Kota.

 

Untuk menenangkan massa, Gubernur Banten Andra Soni bersama Kapolda Brigjen Pol Hengki turun menemui massa aksi demonstrasi

 

Dalam dialog singkat di tengah hujan deras, Andra Soni menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menampung aspirasi masyarakat. Ia juga mengingatkan massa maupun aparat keamanan untuk tetap berhati-hati dengan situasi yang berkembang di lapangan.

 

Andra mengatakan bahwa kepemimpinannya sebagai Gubernur Banten tidak anti kritik hingga menampung dan mendengar aspirasi rakyat

 

“InsyaAllah, di masa kepemimpinan saya di Provinsi Banten, aspirasi masyarakat akan terus kita dengar,” tegas Gubernur.

 

Sementara Kapolda menyampaikan agar massa menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan tidak anarkis. Ia berjanji akan memfasilitasi pertemuan perwakilan massa dengan pejabat terkait.

 

“Kalau kawan-kawan ingin bertemu dengan anggota DPR atau dengan Gubernur, silakan lewat saya. Akan saya jembatani. Tapi jangan beramai-ramai, cukup perwakilan 10 orang. Kalau perlu, saya akan kawal langsung ke ruangan saya untuk berdialog,” tegas Hengki.

 

Perwakilan massa aksi, Gozali, warga Kota Serang, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Kapolda yang bersedia hadir meski dalam kondisi hujan dan malam hari.

 

“Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur dan Kapolda Banten yang mau datang menemui kami rakyat. Saya di sini mewakili masyarakat, khususnya warga Kota Serang, yang ingin menyampaikan aspirasi terhadap kinerja DPR dan Polri,” kata Gozali. (HRH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *