Sadis ! Pasutri di Puri Anggrek Dibantai Perampok

0
IMG_20250601_125549

 

SERANG, GESSIT.CO.ID – Pasangan suami istri yang tinggal di Perumahan Puri Anggrek, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten, menjadi korban pembantaian yang diduga dilakukan kawanan perampok, Minggu (1/6/2025).

 

Sang istri, Petri Sihombing, 35 tahun, ditemukan tewas, sedangkan suaminya Wadison Pasaribu, 37 tahun, dibungkus karung dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sari Asih Serang.

 

Korban Wadison bekerja sehari-hari sebagai pegawai koperasi atau bank keliling di wilayah Bayah, Kabupaten Lebak. Sedangkan isterinya hanya sebagai ibu rumah tangga.

 

Kerabat korban Grace Pasaribu menuturkan, korban sehari-hari berada di Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Dari hasil kerja sebagai bank keliling, korban juga membangun kontrakan di sana. “Saat libur saja pulang ke Serang,” ujarnya.

 

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kedua anak korban sempat disekap di dalam kamar oleh pelaku. Pelaku diduga masuk dari pintu samping yang menghubungkan dapur rumah korban.

 

Aksi pelaku baru diketahui warga setelah Maysean Pasaribu, anak korban membangunkan warga sekitar sekira pukul 04:15 WIB.

 

“Saya dengar ribut-ribut pas jam setengah lima pagi. Sebelumnya nggak dengar apa-apa,” kata Baruna Afriadi Setia Wibowo, tetangga korban.

 

Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung berupaya menolong korban. Namun nahas nyawa Petry Sihombing tak dapat diselamatkan. Sedangkan Wadison Pasaribu yang terluka pada bagian kepala dilarikan ke RS Sari Asih mendapat perawatan.

 

Hingga berita ini diturunkan, jasad Petry Sihombing tengah menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten. Kasus ini sedang ditangani oleh Polresta Serang, Polda Banten.

 

Kapolresta Serang Kota, Kombes Yudha Satria menuturkan polisi masih melakukan penyelidikan. Dugaan kejadian yang menimpa pasutri Wadison Pasaribu dan Petry Sihombing merupakan perampokan.

 

“Dari pintu belakang kami cek TKP ada rusak didobrak terlihat dari engsel pintu yang rusak diduga para pelaku masuk ke sana. Dugaannya (pelaku) lebih dari satu orang,” kata Yudha saat meninjau TKP.

 

Yudha mengatakan saat ini korban Wadison Pasaribu masih dalam pemeriksaan medis di RS Bhayangkara. Sedangkan dua anak korban yang berusia lima dan tujuh tahun dititipkan kepada kerabatnya.

 

“Suami korban masih di rumah sakit. Kami akan mencoba gali keterangan dari suami korban apakah ada barang barang yang hilang. Kondisi sementara korban mengalami luka di kepala dan ditutup dengan karung,” ujarnya. (HRH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *