Gunung Kaupas Padarincang Longsor, BPBD Serang Siaga Ancaman Susulan

0
Oplus_131072

Oplus_131072

PADARINCANG, GESSIT.CO.ID – Longsor terjadi di kawasan Gunung Kaupas, Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, pada Selasa 6 Januari 2026.

 

Peristiwa tersebut dipicu oleh kondisi lereng perbukitan yang curam dan labil, sehingga memicu pergerakan tanah di kawasan tersebut. Tindak ada korban dalam peristiwa bencana alam tersebut dan kerusakan masih dalam pendataan.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Lutfi Jamaludin, mengatakan longsoran terjadi di area perbukitan dengan jarak sekitar ±1 kilometer dari permukiman warga.

 

“Material longsoran masih cukup jauh dari permukiman warga, sekitar satu kilometer. Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa, namun kami tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujar Lutfi Jamaludin kepada wartawan.

 

Ia menjelaskan, wilayah Gunung Kaupas memiliki karakteristik lereng curam yang berpotensi mengalami longsor susulan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi tim penanganan bencana.

 

“Ancaman utama yang kami waspadai adalah pergerakan tanah lanjutan dan bertambahnya material longsoran, termasuk risiko terhadap akses jalan dan permukiman yang berada di jalur aliran material,” jelasnya.

 

BPBD Kabupaten Serang, kata Luthfi, merekomendasikan evakuasi sementara bagi warga yang berada di zona rawan longsor serta di sepanjang jalur potensi aliran material. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi longsoran demi keselamatan bersama.

 

“Kami mengimbau warga untuk mematuhi arahan petugas dan tidak mendekati lokasi longsor. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegas Lutfi.

 

Menurut Lutfi, tim BPBD Kabupaten Serang bersama unsur terkait telah bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan kaji cepat dan pemantauan kondisi lapangan. Pendataan kerusakan akibat longsor juga tengah dilakukan.

 

“Kami terus berkoordinasi lintas sektor untuk kesiapsiagaan evakuasi dan penanganan darurat. Pemantauan intensif serta sosialisasi kewaspadaan kepada masyarakat akan terus kami lakukan,” pungkasnya. (HRH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *