Pepatah Komjen Suyudi “Urip Iku Urup” dalam Perang Narkoba Nasional

0
IMG-20251227-WA0066
SERANG, GESSIT.CO.ID – “Urip iku urup” adalah pepatah Jawa yang bermakna hidup itu menyala, yakni hidup yang memberi manfaat bagi sesama. Filosofi yang konon diajarkan Sunan Kalijaga atau tokoh Semar dalam pewayangan ini relevan disematkan kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.

 

Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada 25 Agustus 2025, Suyudi langsung bergerak cepat tanpa banyak retorika. Ia segera menyusun blue print pemberantasan narkotika secara komprehensif dan terukur.

 

Fokus utama Suyudi adalah penguatan strategi nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pendekatan yang humanis, sinergis, dan berbasis kearifan lokal demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba).

 

Gagasan tersebut dirangkum dalam tema besar “War on Drugs for Humanity”, yang menempatkan perang melawan narkoba sebagai misi kemanusiaan, bukan semata penindakan hukum.

 

Pendekatan humanis berbasis ilmiah diterapkan khususnya kepada pengguna narkoba, dengan menempatkan rehabilitasi sebagai jalan pemulihan dan kesembuhan, bukan sekadar hukuman.

 

Di internal BNN, Suyudi menanamkan nilai soliditas, integritas, dan sinergitas, disertai disiplin serta tanggung jawab moral untuk menjaga marwah institusi.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk bersatu dalam pemberantasan narkoba, karena persoalan ini bukan hanya tugas BNN. Program Desa Bersinar menjadi salah satu upaya penguatan kemandirian desa.

 

Kepemimpinan Suyudi memperkuat fondasi kelembagaan BNN sekaligus merangkul seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan holistik dan modern dalam menghadapi ancaman narkoba.

 

Pada akhir Oktober 2025, BNN bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta menggelar kampanye “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” di Silang Monas, Jakarta Pusat.

 

Tak berhenti di situ, awal November BNN melancarkan operasi besar-besaran terhadap kartel narkoba di Kampung Ambon (Jakarta Barat), Kampung Bahari (Jakarta Utara), dan Kampung Berlan (Jakarta Timur).

 

Operasi tersebut berhasil menyita sekitar 300 kilogram narkotika berbagai jenis serta puluhan ribu butir ekstasi dari jaringan peredaran gelap.

 

Keberhasilan spektakuler lainnya adalah penangkapan langsung Dewi Astutik, yang dijuluki “Ratu Narkoba” internasional, terkait penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun yang bersembunyi di Kamboja.

 

Dewi yang merupakan bagian dari jaringan Fredy Pratama dikenal licin dan kerap berganti identitas, namun berkat kerja intelijen yang solid, Suyudi berhasil meringkusnya.

 

Di sisi pencegahan global, Suyudi melibatkan pelajar Indonesia di luar negeri sebagai agen moral bangsa. Hal ini disampaikannya dalam Retreat Leadership bersama 68 ketua PPI dari berbagai negara yang mewakili 120 ribu pelajar Indonesia di dunia.

 

Dalam berbagai forum internasional, termasuk Sidang CND ke-68 di Wina, Austria, Suyudi menegaskan ancaman serius narkotika sintetis yang kian masif dan membutuhkan kolaborasi global.

 

Dengan ide-ide inovatif dan langkah konkret, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto tampil sebagai pemimpin pragmatis dan progresif—berorientasi pada hasil nyata, terbuka terhadap inovasi, dan berkomitmen mendorong perubahan berkelanjutan demi masa depan Indonesia bebas narkoba. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *