Site icon Gesit.co.id

Temui Kepala BNN, KMHDI Nyatakan Siap Perangi Narkoba

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA, GESSIT.CO.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), I Wayan Darmawan, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung agenda nasional pemberantasan narkoba.

 

Komitmen tersebut disampaikan saat bertemu langsung dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, di Kantor BNN, Senin, 12 Januari 2026.

 

Dalam pertemuan itu, Wayan Darmawan menyatakan KMHDI siap menjadi mitra strategis negara dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di Indonesia. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjangkau generasi muda serta masyarakat secara langsung melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial.

 

Ia menjelaskan, KMHDI memiliki jaringan kader dan mahasiswa yang tersebar di berbagai daerah serta aktif dalam bidang pendidikan, pengabdian masyarakat, dan gerakan sosial. Jaringan tersebut, kata dia, siap digerakkan untuk memperkuat program P4GN dan ANANDA, baik di lingkungan kampus maupun komunitas.

 

“KMHDI siap berkolaborasi dan mengambil peran nyata. Gerakan melawan narkoba harus dibangun bersama, melibatkan mahasiswa, keluarga, dan masyarakat luas. Ini adalah tanggung jawab kebangsaan yang harus kita jalani bersama,” ujar I Wayan Darmawan.

 

Darmawan menegaskan, kolaborasi antara KMHDI dan BNN diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan dapat diwujudkan dalam kerja nyata yang berkelanjutan.

 

“Pemberantasan narkoba membutuhkan konsistensi dan keterlibatan semua pihak. Ketika mahasiswa dan negara berjalan bersama, upaya melindungi generasi muda akan semakin kuat,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengungkapkan sekitar 4,1 juta orang telah teridentifikasi sebagai pengguna narkotika di Indonesia. Angka tersebut, menurutnya, menjadi dasar kuat untuk mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat sinergi dalam memerangi peredaran narkotika.

 

“Data ini menunjukkan bahwa persoalan narkotika tidak bisa dihadapi secara parsial. Kita perlu saling merangkul dan bahu-membahu guna mewujudkan efektivitas pemberantasan narkotika,” ujar Suyudi.

 

Ia menegaskan, narkotika merupakan persoalan serius yang menyentuh langsung masa depan generasi muda. Oleh karena itu, keterlibatan aktif keluarga, komunitas, serta organisasi kepemudaan dan keagamaan menjadi hal yang sangat penting.

 

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dan akan dilakukan BNN sejak ia menjabat pada Agustus 2025. Selain mengedepankan upaya pencegahan, penindakan melalui operasi dan penangkapan terhadap jaringan peredaran gelap narkotika tetap menjadi bagian penting dari strategi nasional.

 

“Penindakan tetap kami lakukan secara konsisten. Namun, kekuatan terbesar justru ada pada keterlibatan masyarakat melalui P4GN, yaitu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika,” jelasnya. (HRH)
Exit mobile version