CIRUAS, GESSIT.CO.ID – Petugas Polsek Ciruas Polres Serang langsung merespons pemberitaan media online yang menyoroti pelaksanaan proyek rehabilitasi SMP PGRI Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Ciruas melakukan pengecekan dan pendalaman di lokasi pada Rabu (23/9/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai kondisi proyek serta memastikan situasi di lingkungan sekolah tetap berjalan kondusif.
Kapolsek Ciruas Kompol Salahuddin mengatakan, pengecekan dilakukan sebagai bentuk respons kepolisian terhadap setiap informasi yang berkembang di masyarakat.
“Begitu ada informasi yang berkembang, kami langsung melakukan pengecekan dan meminta keterangan kepada pihak sekolah. Kami ingin memastikan kondisi sebenarnya di lapangan dan mendapatkan informasi yang berimbang,” ujar Salahuddin.
Dari hasil pengecekan awal dan permintaan keterangan, diketahui proyek rehabilitasi SMP PGRI Ciruas memiliki nilai anggaran sebesar Rp1.112.736.000 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan 11 ruangan, terdiri dari enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu ruang laboratorium dan tiga kamar mandi, serta perawatan pagar dan halaman depan sekolah.
Dalam pengecekan tersebut, Polsek Ciruas juga menggali informasi terkait sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam pemberitaan, antara lain mengenai papan informasi proyek dan pekerjaan rangka atap baja ringan.
“Hal-hal yang menjadi perhatian dalam pemberitaan kami catat dan dalami. Kami juga akan terus melakukan monitoring selama proses pekerjaan berlangsung. Apabila nantinya terdapat hal yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan oleh pihak yang memiliki kewenangan, tentunya akan kami koordinasikan,” jelasnya.
Kapolsek menambahkan, proses pekerjaan saat ini masih berlangsung sehingga pihak kepolisian akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Polsek Ciruas juga mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk menjaga komunikasi dan menyampaikan setiap persoalan melalui mekanisme yang sesuai, sehingga proses pembangunan fasilitas pendidikan dapat berjalan dengan baik dan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar.
“Yang terpenting, informasi yang berkembang tetap kami respons dan kami lakukan pengecekan. Kami tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan pemberitaan, tetapi memastikan terlebih dahulu kondisi sebenarnya di lapangan,” pungkas Kompol Salahuddin. ***

