SERANG, GESSIT.CO.ID – Ketua Forum Komunikasi Perusahaan Modern Cikande, Dudi Iskandar meminta agar citra perusahaan dipulihkan kembali oleh pemerintah pasca ditetapkannnya Kawasan Industri Moderen Cikande sebagai kawasan terpapar radioaktif. Pasalnya, citra perusahaan dinilai kurang baik oleh customer akibat kasus tersebut.
Dudi mengatakan, bahwa perusahaan merasa sangat dirugikan dengan adanya kasus pencemaran radioaktif Cesium – 137. Artinya ada satu dua perusahaan yang melakukan pelanggaran, justru dampaknya dirasakan oleh semua perusahaan di kawasan modern.
“Dengan ditetapkannya sebagai kawasan yang terpapar radiasi menyebabkan citra perusahaan menjadi kurang baik di customer. Costumer merasa khawatir dengan produk yang dikeluarkan oleh perusahaan di Cikande,” ujar Dudi kepada wartawan, Kamis (26/11/2025).
Dengan kondisi tersebut, Dudi pun memohon kepada Pemerintah Daerah untuk bisa membantu proses pemulihan nama baik perusahaan. Apalagi perusahaan memiliki legitimasi, sehingga bisa dengan membuat surat keterangan atau rilis yang disampaikan secara publik melalui media.
Karena pada saat perusahaan sudah melakukan apa yang diminta oleh satgas seperti penataan lingkungan, proses skrining, dekontaminasi hingga menerima surat keterangan bersih dari radiasi sampai bisa beroperasi kembali, justru secara tiba tiba disebutkan ada 24 perusahaan terpapar Radioaktif. Ini menjadi pukulan bagi perusahaan di Cikande.
“Sebelumnya oleh satgas tidak pernah disebutkan nama perusahaan. Namun kemudian ada salah satu pejabat yang menyebutkan nama nama perusahaan secara eksplisit, sehingga media berlomba lomba memberitakan. Itu adalah pukulan bagi perusahaan di kawasan moderen,” ujarnya.
Disinggung mengenai penurunan order dari customer mencapai berapa persen dampak radioaktif, Dudi mengaku secara rinci belum mengetahui. Namun yang jelas perusahaan harus melakukan berbagai upaya untuk meyakinkan customer.
Apalagi perusahaan di Cikande ini memiliki customer yang berbeda beda. Karena produknya pun beragam, ada pakan ternak, makanan, peleburan besi baja, kemasan, otomotif, baterai dan lain lain. Dan ternyata kawasan industri Cikande ini produknya diekspor secara global,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengaku telah mendengar aspirasi dari pimpinan perusahaan terkait persoalan tersebut. Zakiyah pun mengaku akan segera melakukan komunikasi dengan Menteri LH untuk menyampaikan aspirasi dari perusahaan tersebut. “Mohon doanya semoga ini sudah selesai,” tuturnya. (HRH)

