MERAK, GESSIT.CO.ID – Warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, dihebohkan dengan insiden ledakan yang terjadi di pabrik kimia PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) di Jalan Raya Cilegon-Merak, Senin, 25 Mei 2026. Ledakan tersebut memicu kepanikan warga dan karyawan perusahaan akibat munculnya bau bahan kimia yang menyebar ke permukiman sekitar.
Akibat insiden itu, sejumlah karyawan dan warga mengalami gangguan kesehatan seperti mata pedih, sesak napas, mual, hingga pusing. Para korban kemudian dilarikan ke puskesmas setempat dan Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) untuk mendapatkan penanganan medis.
Wakapolres Cilegon Kompol M Ridzky Salatun mewakili Kapolres bersama unsur Forkopimda Kota Cilegon turun langsung meninjau lokasi kejadian, sekaligus mengunjungi puskesmas dan rumah sakit tempat para korban dirawat.
Suasana di depan gerbang utama PT MCCI terlihat dipadati ratusan karyawan dan warga yang ingin mengetahui kondisi terbaru pascaledakan. Kepadatan massa sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Raya Merak mengalami kemacetan.
“Polri bersama Forkopimda akan terus memantau perkembangan penanganan korban dan memastikan seluruh langkah pemulihan berjalan sesuai prosedur. Kami juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Ridzky Salatun.
Usai meninjau lokasi pabrik, rombongan Forkopimda bergerak menuju Kantor Kelurahan Gerem sekitar pukul 21.30 WIB. Kedatangan mereka bertujuan meminta data warga dan karyawan PT MCCI yang terdampak insiden ledakan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wakapolres juga menginstruksikan aparat kelurahan dan petugas kesehatan agar warga yang mengalami keluhan kesehatan segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Lurah Gerem menyampaikan data sementara warga terdampak berasal dari tiga lingkungan. Di Lingkungan Pasir Salam tercatat sebanyak 41 orang terdampak, Lingkungan Watulawang 80 orang, dan Lingkungan Gerem Kagungan sebanyak 38 orang.
Sebagian besar korban mengeluhkan iritasi mata, sesak napas, mual dan pusing akibat bau bahan kimia. Namun demikian, tidak seluruh warga memerlukan perawatan intensif dan sebagian diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi medis.
Sekitar pukul 22.00 WIB, rombongan Forkopimda kembali bergerak menuju RSKM Cilegon untuk menjenguk korban yang masih menjalani perawatan di ruang Edelweis dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan bahwa pihak perusahaan PT MCCI harus bertanggung jawab penuh terhadap seluruh warga yang terdampak akibat insiden tersebut, baik dari sisi kesehatan maupun penanganan lanjutan.
“Pada tahap awal ini, fokus kami memastikan keamanan lingkungan, khususnya kualitas udara di sekitar area industri. Berdasarkan hasil pemantauan DLH dan tim terkait, kondisi udara di sekitar lokasi dinyatakan aman bagi masyarakat,” kata Robinsar.
Robinsar juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cilegon telah berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, puskesmas, hingga RT dan RW untuk mendata warga terdampak serta menyiapkan langkah penanganan medis apabila diperlukan.
Sementara itu, pihak PT MCCI melalui Humas perusahaan Dhimas Andriyan menyatakan akan melakukan rehabilitasi kesehatan dan memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak. Hingga saat ini, tiga orang masih menjalani perawatan, yakni Agus Raharjo dan Dadi Agustiadi yang merupakan karyawan PT MCCI, serta seorang warga bernama Nurgina Sriwulan. (HRH)

