Site icon Gesit.co.id

Kompol Yeremia Iwo, Memburu Kejahatan dengan Kecepatan

IMG20260902144629
BANTEN, GESSIT.CO.ID – Kecepatan dalam menindaklanjuti laporan dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP) menjadi kunci pengungkapan kasus kejahatan. Prinsip itu yang dijalankan Kompol Yeremia Iwo, S.Ik., M.H., M.Tr., Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten, dalam menangani berbagai perkara yang menjadi atensi pimpinan.

 

Putra asli Jayapura jebolan Akpol 2009 itu membuktikan pola kerja cepat tersebut melalui sejumlah pengungkapan dalam waktu satu tahun bertugas. Beberapa diantaranya, kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir Grab di Jalan Tol Tangerang-Merak pada akhir November 2025 yang berhasil diungkap dalam waktu sekitar sepekan. Atas prestasi ini, Tim Jatanras mendapat penghargaan dari Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dan Director of Government Affairs & Strategic Collaborations Grab Indonesia.

 

Pada Desember 2025, tim kembali mengungkap kasus pembunuhan seorang bocah, anak pengusaha sekaligus politisi di Kota Cilegon. Perkara tersebut berhasil diungkap tidak lebih dari dua pekan. “Bagi kami, kecepatan sangat penting. Begitu laporan masuk, anggota harus segera bergerak mengamankan TKP dan mencari setiap petunjuk,” ujar Iwo.

 

Kiprah Jatanras di bawah kepemimpinannya berlanjut dengan membongkar jaringan curanmor yang hendak mengirim belasan sepeda motor ke Lampung menggunakan bus umum melalui Pelabuhan Merak. Jaringan kelompok matel yang menganiaya anggota Brimob Polda Banten pada awal Juni 2026 juga berhasil diringkus.

 

Terbaru, tim Jatanras mengungkap jaringan pencurian mobil losbak hanya dalam waktu sekitar dua jam. Pelaku diringkus di Gerbang Tol Tomang saat hendak melarikan diri menuju Pemalang, Jawa Tengah. Dari pengembangan kasus, polisi mengamankan 11 mobil losbak hasil kejahatan dari dua penadah di Pemalang.

 

“Yang paling utama adalah bagaimana anggota bisa membaca TKP, mengembangkan informasi dan bergerak cepat. Satu petunjuk kecil kalau dikembangkan dengan benar bisa membuka jaringan yang lebih besar,” kata Iwo.

 

Kemampuan tersebut tidak terlepas dari pengalaman panjang Iwo di dunia kepolisian. Setelah lulus Akpol, ia mengawali tugas sebagai Kanit Pidum Polres Muna, Sulawesi Tenggara. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi perwira Gegana Brimob Kendari.

 

Dua tahun di Brimob, Iwo kembali ke fungsi reserse sebagai Kanit Reskrim Polsek Kendari. Setahun kemudian, ia mendapat kepercayaan memimpin sebagai Kapolsek Abeli dan Kapolsek Soropia, Polresta Kendari, sebelum melanjutkan pendidikan PTIK.

 

Selesai PTIK, Iwo kembali bertugas di Brimob Kelapa Dua. Ia kemudian dipercaya menjadi ajudan cawapres Sandiaga Uno selama satu tahun sebelum melanjutkan pendidikan Sespimen. “Setiap penugasan memberikan pengalaman berbeda. Semua pengalaman itu menjadi bekal ketika saya kembali dipercaya menangani tugas reserse,” tuturnya.

 

Lulus Sespimen, Iwo ditugaskan ke Polda Banten dan dipercaya menjabat Kasubdit Jatanras Ditreskrimum. Di posisi tersebut, pengalaman lapangan dan kemampuan membaca karakter kejahatan kembali diuji menghadapi berbagai perkara yang menjadi perhatian masyarakat dan pimpinan.

 

Bagi Iwo, pengungkapan kasus bukan sekadar mengejar target. Ada tanggung jawab untuk memberikan kepastian hukum dan rasa aman kepada masyarakat. Karena itu, ia selalu mendorong anggotanya bekerja cepat, cermat dan solid dalam setiap penanganan perkara.

 

“Keberhasilan itu bukan kerja saya sendiri, tetapi kerja tim. Yang penting bagaimana kami bisa memberikan pelayanan terbaik, mengungkap kejahatan dan memastikan masyarakat merasa aman,” pungkas Yeremia Iwo. (HRH)
Exit mobile version