SUMEDANG, GESSIT.CO.ID – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memuji kinerja Polda Jawa Barat dalam menjalankan Program Penanaman Jagung Serentak sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Kapolri menilai skema yang dijalankan Polda Jabar dapat menjadi contoh bagi Polda lainnya di Indonesia.
Pujian tersebut disampaikan Kapolri saat mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 melalui video conference dalam rangka mendukung program swasembada jagung nasional, Sabtu, 7 Maret 2026.
Menurut Kapolri, apabila skema yang diterapkan Polda Jabar diikuti oleh seluruh jajaran Polda di Indonesia, maka program ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas jagung, diyakini akan berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal.
Kegiatan penanaman jagung serentak Polda Jabar dilaksanakan di lahan milik Perhutani seluas 433,76 hektar yang berlokasi di Desa Palabuan, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Program penanaman jagung ini merupakan bagian dari upaya konkret Polda Jabar dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersedia.
Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad mengatakan kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian.
“Kami dari Polda Jawa Barat hari ini melaksanakan penanaman jagung seluas 433,76 hektar di lahan Perhutani sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung,” ujar Fadly Samad.
Ia menjelaskan bahwa sejak awal tahun 2026 hingga saat ini program penanaman jagung di wilayah Jawa Barat menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
“Total luas penanaman yang telah terealisasi mencapai 6.817,95 hektar, dengan potensi ketersediaan lahan yang masih dapat dikembangkan sekitar 21.190 hektar. Bahkan dalam dua bulan terakhir, capaian program ketahanan pangan jagung Polda Jabar sudah menyamai capaian sepanjang tahun 2016,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Karo SDM juga didampingi Kabagbinkar Biro SDM Polda Jabar AKBP Condro Sasongko yang turut mendorong pengembangan program ketahanan pangan di wilayah Jawa Barat.
Dari sisi hilirisasi, lanjut Fadly, hasil panen jagung yang telah diserap menunjukkan bahwa ekosistem program tersebut berjalan cukup baik dan memberikan manfaat bagi petani.
“Perum Bulog telah menyerap sekitar 1.744 ton hasil panen jagung, sementara industri pabrik pakan telah menyerap sekitar 61.182 ton. Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memastikan adanya mekanisme penyerapan hasil panen,” katanya.
Ia menambahkan, penyerapan hasil panen oleh Bulog dan sejumlah pabrik pakan membuat petani tidak lagi mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil produksi mereka.
Selain itu, para petani juga mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian agar proses budidaya berjalan lebih terarah sehingga produktivitas dapat meningkat.
“Dengan adanya pendampingan penyuluh pertanian, diharapkan proses budidaya menjadi lebih baik, produktivitas meningkat serta risiko penyalahgunaan dana dapat diminimalisir,” ungkapnya.
Fadly juga menyampaikan bahwa dari sisi pemasaran, para petani telah memiliki kepastian pasar melalui keberadaan offtaker yang siap menyerap hasil produksi jagung.
Melalui skema tersebut, hasil penjualan panen terlebih dahulu digunakan untuk pelunasan kewajiban pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sementara keuntungan bersihnya langsung diterima oleh para petani.
“Dalam satu hektar lahan, omzet yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta hingga Rp51 juta, dengan potensi laba bersih berkisar antara Rp25 juta hingga Rp33 juta per musim tanam,” jelasnya.
Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, Polda Jabar juga menggagas inovasi “Zero Waste”, yaitu pemanfaatan limbah organik dari kantin, perkantoran, dan lingkungan Polda Jabar untuk diolah menjadi media tanam yang dapat dimanfaatkan dalam budidaya komoditas pertanian, termasuk jagung.
Pada kegiatan tersebut, Polda Jabar juga menyalurkan berbagai bantuan kepada kelompok tani berupa dua unit mesin pipil jagung, satu unit hand traktor, dua unit mesin potong rumput, 400 kilogram benih jagung, tiga ton pupuk NPK dan Urea, dua ton pupuk kompos Pak Bhabin, pestisida pertanian, 60 paket sembako, serta bantuan uang pembinaan.
Kegiatan penanaman jagung serentak ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suyatman, Komisi III DPRD Jawa Barat, perwakilan Kodam III/Siliwangi, Perum Bulog Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Perhutani Divre Jabar Banten, serta sejumlah instansi terkait lainnya. (HRH)

