CIRUAS, GESSIT.CO.ID – Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Banten dan Kapolres Serang AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi mengikuti upacara bendera di SMAN 1 Ciruas, Kabupaten Serang, Senin, 26 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi program Polisi Peduli Pendidikan (Poldik) untuk membangun karakter generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran pelajar terhadap berbagai ancaman sosial.
Dalam amanatnya, Kapolda Banten mengangkat tema “Menjaga Diri dari Pornografi, Asusila dan Penyalahgunaan Narkoba”. Ia menegaskan bahwa ketiga persoalan tersebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda sehingga membutuhkan perhatian bersama, baik melalui pendidikan, sosialisasi, peran keluarga, masyarakat, maupun pemerintah.
“Tujuan pendidikan di tingkat SMA dan SMK bukan hanya untuk mendapatkan nilai akademis yang tinggi. Pendidikan merupakan proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi diri agar menjadi pribadi yang berintegritas, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki daya saing,” ujar Hendra Kurniawan di hadapan peserta upacara.
Kapolda juga mengingatkan para siswa agar menjadikan belajar sebagai kewajiban utama dan menjalankannya dengan tekun serta penuh tanggung jawab. Menurutnya, kedisiplinan, kejujuran, kerja keras, dan sikap proaktif merupakan kunci untuk menguasai ilmu pengetahuan serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Kapolda juga turut menyoroti persoalan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda. Ia mengingatkan bahwa masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, tetapi juga rentan terhadap pengaruh lingkungan, tekanan sosial, dan pergaulan negatif.
“Adik-adik sekalian harus mampu menjaga diri dan memilih lingkungan pergaulan yang positif. Jangan sampai masa depan yang seharusnya diisi dengan belajar dan meraih prestasi justru rusak akibat kenakalan remaja maupun penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Selain narkoba, Kapolda mengingatkan para pelajar agar berhati-hati dalam menggunakan telepon genggam dan internet. Kemudahan akses informasi harus dimanfaatkan untuk kegiatan positif, bukan untuk mengakses, menyimpan, atau menyebarkan konten pornografi dan materi asusila yang dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, serta cara menghargai orang lain.
Kapolda juga menekankan pentingnya menghormati privasi dan batasan pribadi. Para siswa diimbau tidak menyebarkan foto, video, maupun pesan pribadi milik orang lain tanpa izin. Apabila menemukan konten tidak pantas, pelajar diminta tidak meneruskan atau menjadikannya bahan candaan, serta berani meminta bantuan kepada orang tua atau guru apabila menghadapi tekanan maupun situasi yang membingungkan.
“Berpikirlah sebelum mengetik, sebelum membagikan sesuatu, dan sebelum mengikuti ajakan orang lain. Menjaga diri berarti menghormati diri sendiri dan orang lain, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang dapat merugikan masa depan,” pesan Kapolda.
Menutup amanatnya, Kapolda mengajak seluruh pelajar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan mengambil keputusan, demi mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab berupa kuis bersama siswa-siswi SMAN 1 Ciruas. Kapolda juga memberikan hadiah atau doorprize kepada pelajar sebagai bentuk apresiasi dan untuk menambah semangat mereka dalam mengikuti kegiatan tersebut. (HRH)

