Site icon Gesit.co.id

Gubernur Andra Dukung Pengembangan Kedelai Migo di Banten

IMG-20251111-WA0028
SERANG, GESSIT.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) mendukung penuh pengembangan komoditas kedelai di Banten. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat suplai protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

 

Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur Banten Andra Soni saat menerima Tim Ahli Kedelai di ruang kerjanya, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang.

 

Menurutnya, kebutuhan kedelai di Banten saat ini masih mengandalkan pasokan dari daerah lain. Padahal, Banten memiliki banyak lahan potensial yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian kedelai.

 

“Dengan kita bisa memproduksi kedelai sendiri, maka suplai kebutuhan protein dalam menunjang program MBG kita akan semakin kuat,” kata Andra Soni dalam keterangannya, Selasa, 11 Nopember 2025.

 

Apalagi kedelai memiliki banyak produk turunan seperti tahu, tempe, dan susu kedelai. Makanan itu bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah di Banten.

 

Kemudian, Andra Soni juga menyambut baik rencana tim ahli untuk mengembangkan komoditas kedelai di Provinsi Banten. Khususnya karena metode tanam dan pemupukannya saat ini sudah memanfaatkan kemajuan teknologi.

 

“Selain bisa mempercepat masa panen, kualitas kedelainya pun akan sangat baik karena metode tanamnya dikontrol betul,” ujarnya .

 

Sementara itu, ahli pertanian dan pengembang varietas kedelai Ali Zum Mashar menjelaskan, lahan di Provinsi Banten sebetulnya memiliki potensi besar untuk ditanami varietas kedelai Migo. Sebagai putra daerah, Ali bertekad mengembangkan hasil penelitiannya tersebut di tanah kelahirannya.

 

Ia menambahkan, kedelai varietas Migo terbukti mampu menghasilkan produktivitas tinggi, bahkan melebihi rata-rata produksi kedelai di Amerika Serikat. Artinya dengan mengembangkan kedelai Migo, potensi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor semakin dapat dilakukan.

 

“Kita di Cinangka, Kabupaten Serang, sudah mengembangkan itu, dan sepertinya perlu dikembangkan lebih besar lagi agar ketahanan pangan kita bisa semakin kuat,” katanya.

 

Sementara Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus Tauchid menambahkan, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) akan menindaklanjuti arahan gubernur terkait pengembangan pertanian kedelai.

 

Apalagi, pengembangan kedelai tersebut akan menggunakan metode tanam dan pemupukan berbasis teknologi serta bibit unggul dari varietas yang telah terbukti produktif.

 

“Ini merupakan awal yang baik. Mudah-mudahan dengan pengembangan kedelai ini, ketahanan pangan di Provinsi Banten akan semakin kuat,” katanya. (HRH)
Exit mobile version