SERANG, GESSIT.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang meluncurkan 67 Koperasi Merah Putih (KMP). Launching KMP berlangsung di salah satu hotel di Kota Serang oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi, Kamis (24/7/2025)
Hadir di acara launching, Forkopimda Kota Serang, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang serta Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi.
Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan, bahwa pembentukan KMP ini, merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi di tingkat kelurahan.
“Sebanyak 67 KMP telah terbentuk di seluruh kelurahan di Kota Serang. Ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Budi Rustandi.
Menurutnya, koperasi ini harus menjadi penggerak ekonomi warga dan menjalankan usaha dengan penuh tanggung jawab serta transparansi. Ia juga mengimbau, agar Koperasi Kelurahan Merah Putih ini dijalankan sesuai dengan aturan.
“Dan saya selalu mengingatkan kepada yang nanti menjadi ketua dan pengurus, agar berhati-hati. Dijalankan dengan benar, karena yang dipakai kedepan itu adalah uang negara, jadi manajemennya harus kuat sesuai dengan keinginan Presiden agar masyarakat juga ikut sejahtera,” lanjutnya.
Sementara Kepala DinkopUKMPerindag Wahyu Nurjamil menjelaskan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan infrastruktur dan kebutuhan dasar KMP, termasuk menunggu turunnya petunjuk teknis terkait pinjaman modal dari pemerintah pusat.
“Saat ini, permodalan masih berasal dari iuran anggota. Namun ke depan, kami akan bantu koperasi agar bisa mengakses pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) berdasarkan potensi usaha dan model bisnis masing-masing koperasi,” ungkap Wahyu.
Ia menambahkan, koperasi yang belum memiliki kantor, juga akan dibantu dalam pembangunan gedung dan fasilitas operasional lainnya.
Dari 67 KMP yang diluncurkan, KMP Kelurahan Pager Agung di Kecamatan Walantaka menjadi koperasi percontohan (mock-up) karena telah menjalankan berbagai unit usaha seperti peternakan lele, kambing, dan sapi.
“Ini jadi role model. Harapannya, koperasi lain bisa belajar dan mengembangkan usaha sesuai potensi wilayah masing-masing,” ujarnya. (HRH)

